Kilang Cilacap: Kerja Sama Pertamina-Saudi Aramco Dipastikan Berlanjut

Jakarta, Di sela-sela pertemuan G20 di Karuizawa, Jepang,  Minggu (16/6), Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi mengadakan pertemuan yang membahas kelanjutan pengembangan kilang minyak Cilacap kerja sama PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco. Dalam pertemuan tersebut, Pertamina dan Saudi Aramco sepakat untuk melanjutkan kerjasamanya dalam menyiapkan pengembangan Kilang Cilacap.

Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan,  Menteri Sumber Daya Mineral Arab Saudi (yang juga menjadi Chairman Saudi Aramco), Menteri BUMN Rini Soemarno, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan, kedua pihak sepakat untuk bersama-sama melibatkan reputable Financial Advisor sebagai valuator ketiga dalam rangka finalisasi valuasi dan skema kerja sama.

"Kedua pihak bersepakat untuk menunjuk valuator-nya, lalu kedua valuator memilih valuator ketiga. Ini win-win solution bagi kedua belah pihak," ungkap Agung di Jakarta, Selasa pagi (18/6).

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam kesempatan terpisah menyatakan,  Joint Venture Development Agreement antara Pertamina dengan Saudi Aramco yang tengah berjalan saat ini sedianya akan berakhir di akhir Juni 2019. Namun dengan kesepakatan ini, akan diperpanjang sampai akhir September 2019.

"Dengan demikian, valuasi dan skema kerja sama antara Pertamina dengan Aramco untuk kilang Cilacap harus selesai dalam 3 bulan ke depan," tambahnya.

Selanjutnya, Pemerintah akan membentuk Tim gabungan dari Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Pertamina. Dalam melaksanakan tugasnya, tim tersebut akan didampingi oleh BPKP dan Jamdatun untuk memastikan seluruh proses yang dijalankan sesuai dengan aspek GCG dan peraturan perundangan yang berlaku.

Pengembangan Kilang Cilacap merupakan bagian dari 6 proyek RDMP dan New Grass Root Refinery (NGRR) untuk meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak Pertamina, dari saat ini sekitar 1 juta barel per hari menjadi sekitar 2 juta barel per hari. Keenam proyek tersebut adalah RDMP Cilacap, RDMP Balikpapan, RDMP Balongan, RDMP Dumai, NGRR Tuban dan NGRR Bontang. (TW)