Ditjen Migas Terima Kunjungan Departemen Energi Filipina

Jakarta, Undersecretary Departemen Energi Republik Filipina, Donato D Marcos, melakukan kunjungan ke kantor Ditjen Migas (9/8) dan diterima oleh Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dan berbagi pengalaman mengenai kebijakan dan pengelolaan industri LNG di Indonesia.

Undersecretary Donato D Marcos didampingi oleh lima orang delegasi Filipina lainnya termasuk Technical Working Group dari sisi hukum dan finansial. Sedangkan dari sisi Indonesia hadir perwakilan dari Ditjen Migas, PGN, PGN LNG dan Nusantara Regas.

“Filipina dan Indonesia satu keluarga ASEAN. Kami dengan senang hati menerima rekan-rekan dari Departemen Energi Filipina untuk mendiskusi industri LNG di Indonesia,” kata Plt. Dirjen Migas, Djoko Siswanto, saat membuka pertemuan. 

Undersecretary Departemen Energi Filipina menyampaikan bahwa saat ini negaranya sedang membangun industri gas hilir di dalam negeri. Filipina mendapatkan bantuan teknis dalam Program Gas Policy Development Project (GPDP) di bawah dukungan US Department of State.

"Kami telah berada di Indonesia selama 4 hari dan telah belajar banyak tentang LNG di Indonesia,” ujar Undersecretary Donato D Marcos dalam sambutan singkatnya.

Selain kunjungan ke Ditjen Migas, delegasi Filipina juga telah berkunjung ke fasilitas LNG milik PT Perta Arun Gas di Aceh dan kantor PT Nusantara Regas di Jakarta. Dalam kunjungan dimaksud, Filipina mengagumi pengalaman Indonesia dalam mengembangan dan mengelola industri LNG baik dari sisi lingkungan dan keselamatan.

Untuk memberikan gambaran industri LNG Indonesia, Plt Dirjen Migas menyampaikan paparan singkat mengenai regulasi, kebijakan, dan perencanaan industri LNG di dalam negeri, termasuk kebijakan pemanfaatan gas dengan target sebesar 22% gas dalam bauran energi pada tahun 2025, serta penetapan harga gas hulu. Sedangkan salah satu pencapaian Indonesia dalam pengembangan infrastruktur gas adalah terbangunnya 3 FSRU di Lampung, Jawa Barat, dan Bali.

Dalam pertemuan ini, PGN menyampaikan perkembangan kerja sama dengan Filipina di mana PGN telah menyampaikan Letter of Intent dari PGN kepada entitas Filipina guna menjajaki kerja sama komersialisasi LNG di Filipina.

Kunjungan ke Indonesia kali ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan ketrampilan dari sisi teknis dan komersial dalam kegiatan operasi fasilitas LNG serta praktik terbaik dari sisi keselamatan dalam proses pembangunan, operasional dan pemeliharaan fasilitas tersebut.

Delegasi Filipina mengakui bahwa Indonesia punya lebih banyak pengalaman dan praktik terbaik dalam mengembangkan industri LNG. Kunjungan diharapkan akan menambah informasi dan pembelajaran dalam menyusun peraturan dan kebijakan dalam industri gas hilir di Filipina. Filipina juga menyampaikan bahwa mereka terbuka untuk bekerja sama dengan Indonesia di sektor gas mengingat adanya pasar yang potensial di Filipina. (AS)