Tanggapan

Terima kasih atas kunjungannya ke website migas. Sehubungan dengan pertanyaan Saudara Gus Narwan mengenai Pelaksanaan Peraturan Menteri ESDM No. 18 Tahun 2018 dan Surat Edaran Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Nomor 07.E/18.03/DMT/2018  dalam pelaksanaan pemeriksaan peralatan, apakah Petugas MIGAS masih terlibat dalam Penyaksian Uji Tekan (Hydro Test) dan terlibat dalam pembuatan berita acara Inspeksi Peralatan, dapat kami sampaikan bahwa :

  1. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 18 Tahun 2018 pasal 6 ayat (1), setiap instalasi dan/atau peralatan yang digunakan dalam kegiatan usaha migas wajib dilakukan Inspeksi dan/atau Pemeriksaan Keselamatan.
  2. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 18 Tahun 2018 pasal 6 ayat (2) dan ayat (3), jenis peralatan yang wajib dilakukan Inspeksi dan Pemeriksaan Keselamatan pada kegiatan usaha minyak dan gas bumi terdiri atas:

        a. Alat Pengaman yang digunakan untuk melindungi peralatan;

        b. Bejana Tekan dengan tekanan desain di atas atau di bawah tekanan atmosferik dan berukuran sama dengan atau lebih dari Nominal Pipe Size 6;

        c. Tangki Penimbun dengan tekanan atmosferik yang digunakan untuk menyimpan Minyak dan/atau Gas Bumi;

        d. Pesawat Angkat yang digunakan untuk mengangkat barang atau orang;

        e. Peralatan Putar yang digunakan untuk mengalirkan minyak bumi dan gas bumi;

        f. Peralatan yang membangkitkan, mendistribusikan, dan mengendalikan sistem tenaga listrik meliputi power generator, power transformer dan panel distribusi;

        g. Bangunan Struktur di perairan yang digunakan pada kegiatan usaha minyak dan gas bumi; dan

        h. Sistem Alat Ukur Serah Terima yang digunakan pada kegiatan usaha minyak dan gas bumi.

    3. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 18 Tahun 2018 pasal 11 ayat (1), Pemeriksaan Keselamatan dilaksanakan oleh Inspektur Migas atau pejabat yang memiliki kualifikasi sesuai dengan bidangnya yang                  ditugaskan oleh Kepala Inspeksi.

    4. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 18 Tahun 2018 pasal 11 ayat (2), Pemeriksaan Keselamatan dapat dilakukan pada saat:

        a. akan dipasang atau dibangun;

        b. sedang dipasang atau dibangun;

        c. telah dipasang atau dibangun;

        d. telah beroperasi; dan/atau

        e. sewaktu-waktu apabila dianggap perlu.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pelaksanaan Inspeksi terhadap peralatan wajib dilakukan Pemeriksaan Keselamatan oleh Inspektur Migas atau pejabat yang memiliki kualifikasi sesuai dengan bidangnya yang ditugaskan oleh Kepala Inspeksi, termasuk menyaksikan uji tekan (hydrotest) untuk pipa penyalur serta tandatangan dalam Berita Acara Pemeriksaan Keselamatan.