Kualifikasi WPS

Dear Ditjen Migas

Saya Nur Wijianto
PT Sagatrade murni, berencana untuk mengajukan kualifikasi WPS standard ASME IX,
Bagaimanakah alur prosesnya, pengajuan dialamatkan ke mana?
Persyaratannya apa yang harus dipenuhi sebelum pengajuan (draft WPS)
Apakah kita bisa visit ke Ditjen Migas

Salam
Nur Wijianto
QA/QC Welding Ispector/Engineer
PT Sagatrade Murni
Samarinda

Tanggapan

Terima kasih atas kunjungannya ke website migas. Sehubungan dengan pertanyaan Saudara Nur Wijianto dapat kami sampaikan bahwa sesuai sesuai butir 3 (tiga) Edaran Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Nomor 05.E/10.12/DMT/2018 perihal Pengesahan Spesifikasi Prosedur Las, Kepala Inspeksi (Direktur Teknik dan Lingkungan Migas) melakukan pemeriksaan keselamatan atas pelaksanaan pembuatan spesifikasi prosedur las (WPS/PQR) yang diajukan oleh Kepala Teknik atau Pimpinan Usaha Penunjang 1 (satu) minggu sebelumnya.

Untuk dapat mengajukan kualifikasi prosedur las, BU/BUT atau perusahaan penunjang harus memiliki personel dengan kompetensi welding engineer atau setara.

Alur proses kualifikasi prosedur las, sebagai berikut:

1. Pengajuan permohonan

    BU/BUT atau perusahaan penunjang mengajukan surat permohonan kepada Direktur Teknik dan Lingkungan Migas. Dalam pengajuan surat permohonan, wajib melampirkan konsep pre-welding procedure                       Specification.

2. Pelaksanaan kualifikasi

    Direktur Teknik dan Lingkungan Migas akan menugaskan inspektur migas dan/atau pejabat yang memiliki kualifikasi sesuai untuk melakukan pemeriksaan keselamatan selama pelaksanaan kualifikasi prosedur las.

    Kualifikasi dilaksanakan dengan pengelasan test coupon yang dilakukan oleh ahli las (juru las/operator las), berdasarkan konsep pre-WPS. Dokumen yang harus disiapkan, yaitu:

  1. Sertifikat Material;
  2. Sertifikat Filler; dan
  3. Form Laporan Kualifikasi Prosedur Las. 

3. Pemeriksaan Visual, Pemeriksaan Tidak Merusak dan Pengujian Merusak

    a. Pemeriksaan visual dilakukan sesaat setelah pengelasan test coupon selesai, dengan kriteria keberterimaan (acceptance criteria) berdasarkan standar acuan yang digunakan.

    b. Pemeriksaan tidak merusak (Non-Destructive Examination) dilakukan dengan metode dan kriteria keberterimaan berdasarkan standar acuan yang digunakan. Pemeriksaan tidak merusak harus dilakukan oleh

        lembaga independen.

    c. Pengujian merusak (Destructive Test) dilakukan dengan metode dan kriteria keberterimaan berdasarkan standar acuan yang digunakan. Pengujian merusak harus dilakukan oleh lembaga uji terakreditasi KAN.

        Untuk informasi lebih lanjut dapat mengirimkan email ke dmts.migas@esdm.go.id.