Selama 5 Tahun, Produksi Minyak Dijaga Tetap 800.000 bph

Jakarta, Pemerintah berkomitmen untuk menjaga produksi minyak Indonesia tetap berada di level 800.000 barel per hari selama 5 tahun. Untuk itu, saat ini sedang disusun program jangka pendek yang pelaksanaannya memerlukan kerja sama antara Kementerian ESDM, SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar usai pertemuan dengan KKKS di Kementerian ESDM, Jumat (17/2), mengatakan, lapangan-lapangan migas Indonesia yang sudah tua, menyebabkan produksi minyak terus menurun dengan decline rate 11%. Di sisi lain, Pemerintah berkeinginan untuk meningkatkan produksi minyak. Dengan tidak adanya lapangan minyak baru yang besar, maka harapan tersebut sulit terwujud. Meski demikian, Pemerintah tetap berupaya untuk setidaknya mempertahankan produksi minyak tetap di level 800.000 barel per hari.

"Lapangan baru sekarang baru bisa muncul oil-nya 15 tahun lagi. Sementara program ini 5 tahun. Terus mau diapain? Kita ingin program yang cepat, 5 tahun. Ini dinamakan short term program. Nah itu yang bicarakan tadi (dengan KKKS). Kita mau lifting tetap di atas 800.000 barel per hari. Untuk itu perlu kerja sama yang baik antara Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS," katanya.

Program jangka pendek yang akan dilakukan, pertama, mengidentifikasi teknologi-teknologi yang tersedia sehingga dalam waktu singkat dapat dilakukan peningkatan produksi minyak. "Kita mau lihat jenis teknologinya, success story, kemudian karakteristiknya apakah cocok di lapangan-lapangan yang ada di Indonesia. Kita lihat termasuk dari segi komersialnya, jangan-jangan biaya produksi lebih mahal dari harga revenue-nya," papar Wamen.

Setelah teknologi yang tepat ditemukan, lanjut dia, Kementerian ESDM akan melakukan workshop dengan seluruh KKKS untuk menyusun program kerja, implementasi dan tata waktu dalam waktu 5 tahun. Program jangka pendek ini diharapkan dapat dilakukan mulai tahun 2018 hingga 2022 mendatang.

Sebagai informasi, produksi minyak pada 2016 tercatat 831.000 barel per hari dan gas sebesar 7.939 MMSCFD. Angka ini lebih besar dibanding target Work Program and Budget SKK Migas masing-masing sebesar 817.500 barel per hari dan 7.813 MMSCFD. (DK)