Peresmian Jaringan Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga di Jambi

Jambi, Menteri ESDM Sudirman Said meresmikan pengoperasian jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di Jambi, Sabtu (25/4). Hadir dalam pertemuan itu, GubernurJambi Hasan Basri Agus, Pelaksana Tugas Dirjen Migas IGN Wiratmaja, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto dan para pejabat terkait lainnya.

Peresmian pengoperasian jaringan distribusi gas bumi (jargas) dilakukan di Metering Regulator Station di Jalan Serdang II, Kelurahan The Hok, Jambi Selatan, Jambi.

Pelaksana Tugas Dirjen Migas IGN Wiratmaja menyampaikan, pembangunan jargas untuk rumah tangga merupakan salah satu upaya Pemerintah meningkatkan pelayanan umum dalam penyediaan energi yang murah, bersih, aman dan mudah pemakaiannya. “Melalui pembangunan gas kota, Pemerintah dapat mengurangi beban subsidi BBM, khususnya minyak tanah dan LPG,” kata Wiratmaja.

Pembangunan jargas untuk rumah tangga di Jambi, dibangun di Kelurahan Handil Jaya dan Kelurahan The Hok Kota Jambi sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR), terdiri dari 14 Regulator Sektor (RS). Pembangunan jargas ini merupakan anggaran tahun 2012 dan selesai dilaksanakan pada Februari 2013.

Dari jumlah 4.000 SR, hingga kini baru 46 rumah tangga yang telah dilakukan konversi kompornya. Sisanya akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan pada akhir Juli 2015, semua sambungan rumah sudah dapat menikmati gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kami meminta kerja sama yang baik dari Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk terus memberikan dukungan dan mnegawal kesukssan program jargas di Kota Jambi,” ujar Wiratmaja.

Pasokan gas untuk infrastruktur ini berasal dari JOB Pertamina Talisman- Jambi Merangsebanyak 0.5 MMSCFD dengan harga gas US$ 3,37 per MMBTU. Pasokan gas ini melalui dua transporter pipa yaitu PT Transportasu Gas Indonesia (TGI) dan PT Energasindo Herksa Karya. Bertindak sebagai operator adalah anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yaitu PT Pertagas Niaga dan PT JII (BUMD Kota Jambi) yang telah mengelolanya sejak Juni 2013.

Pembangunan jargas telah dilaksanakan sejak tahun 2009 dan hingga saat ini telah terbangun 89.460 SR, dengan perincian: Aceh (1 kota) sebanyak 3.997 SR, Sumatera Selatan (3 kota) 11.686 SR, Jambi (1 kota) 4.000 SR, Rusun Jakarta-Bogor-Tangerang sebanyak 5.254 SR, Jawa Timur (2 kota) 13.250 SR, Jawa Tengah (2 kota) 8.000 SR, Jawa Barat (6 kota) 24.577 SR, Kalimantan Timur (1 kota) 3.960 SR, Kalimantan Utara (2 kota) 6.666 SR, Sulawesi Selatan (1 kota) 4.172 SR dan Papua Barat (1 kota) 3. 898 SR.

Pada tahun 2015, rencananya jargas untuk rumah tangga dengan biaya APBNakan dibangun di dua kota yaitu Lhoksukon dan Pekan Baru.