Pembangunan Jargas Untuk Rumah Tangga Butuh Waktu

Jakarta, Dalam rangka memberikan bahan bakar yang bersih dan murah kepada masyarakat, Pemerintah terus mendorong pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga. Namun tentu saja, pelaksanaannya membutuhkan waktu yang tidak singkat karena harus disambungkan ke masing-masing rumah.

“Gas rumah tangga itu solusi supaya gas tidak digotong-gotong masuk ke dalam rumah. Tentu saja ini memerlukan waktu. Kita (pemerintah) bekerja keras supaya gas ini menjadi tren baru,” kata Menteri ESDM Sudirman Said disela-sela kunjungan ke SPBG di Jakarta, Selasa (3/3).

Sudirman mengatakan, pada saat ini jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) telah dibangun di beberapa tempat yang memiliki sumber gas bumi, antara lain Jabodetabek. Di Semarang, jargas pun sudah siap untuk diresmikan. Pemerintah juga tengah berdiskusi dengan Kementerian Perumahan Rakyat agar di perumahan-perumahan yang baru dibangun, juga tersedia fasilitas jargas.

Selain membangun jargas, Menteri ESDM juga menggaris bawahi pentingnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa gas itu aman digunakan. Selama ini, sebagian masyarakat masih menyangsikan keamanan menunggunakan gas bumi.

Pemerintah menargetkan hingga tahun 2019, pembangunan jargas untuk rumah tangga dapat mencapai 1,2 juta SR. Hingga 2014, Pemerintah telah membangun jargas di 162.000 SR dan pada 2020 ditargetkan mencapai 1,5 juta SR. Jumlah ini direncanakan meningkat menjadi 3 juta SR pada 2025 dan 5 juta SR pada 2030.

Untuk tahun 2015, pembangunan jargas direncanakan akan dilakukan di Balikpapan dan Lhoksukon (Aceh) yang masing-masing sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR). (TW)