Pengumuman Lelang WK Migas Ditargetkan Selesai Januari 2018


Jakarta, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menegaskan bahwa pengumuman lelang terbuka untuk seluruh Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas) akan selesai pada Januari 2018. "Saya putuskan Januari ini harus selesai. WK terminasi ini Januari harus selesai. Kenapa? karena sudah 6 bulan. Pokoknya saya mau secepatnya. Schedule kita bikin kok. Harus kerja cepat. Saya tidak mau menunggu," tegas Arcandra.

"Kita janji, Insya Allah kita percepat. Tetapi kalau secara teknis tidak memungkinkan, kita umumkan juga. Kalau secara teknis tidak memungkinkan, agak lama, tetapi kalau semua data-data sudah selesai, saya targetkan Januari ini buka lelang. Nanti kita hitung day by day. Jadi countnya (menghitungnya) bukan week by week," ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang juga selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas, Ego Syahrial mengungkapkan bahwa untuk Blok East Kalimantan dan Blok Attaka diusahakan dilelang pada Januari 2018.

"Persiapan kami, East Kalimantan dan Attaka Bulan Maret, karena persiapan bid document, karena ini lelang WK produksi. Pak Wamen ingin lebih cepat, kuncinya nanti persiapan data di SKK Migas. Jadi walaupun Maret, kita berusaha biar itu bisa Februari. Hari Selasa ini Pak Wamen akan pimpin rapat untuk memastikan itu. Kita usahakan Januari ini bisa dilelang, sebisa mungkin," tutur Ego.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Kementerian ESDM telah melayangkan surat kepada Pertamina untuk memberikan delapan blok migas kepada Pertamina, yaitu Blok Tengah, Blok North Sumatera Offshore (NSO), Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga dan Blok South East Sumatera, Blok Attaka dan Blok East Kalimantan.

Setelah dievaluasi, Pertamina menyerahkan kembali Blok Attaka dan Blok East Kalimantan kepada Pemerintah. Selanjutnya, terhadap dua blok tersebut akan dilakukan lelang terbuka.

Bulan Januari Kementerian ESDM akan melakukan lelang terbuka WK Migas untuk 22 WK Migas yang tidak laku pada tahun 2015 dan 2016, dan blok lain yang tidak memenuhi syarat untuk perpanjangan kontrak 6 tahun.

"Tahun 2015 dan 2016 kan 22 (WK Migas) yang tidak laku, plus kita juga masih menyisir yang tidak memenuhi syarat untuk perpanjangan 6 tahun, banyak sekali. Masih akan disisir, tapi tidak semuanya, tergantung kesiapan datanya, ada sebagian yang masih proses transfer dari SKK Migas, tetapi mainly kita berusaha as much as possible akan kita lelangkan," pungkas Ego. (DKD)