Ditjen Migas Selenggarakan Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017

Jakarta, Dalam rangka memperkenalkan industri migas Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral cq Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, menyelenggarakan acara Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017. Kegiatan ini berlangsung 11-20 September 2017 dan diikuti 24 peserta dari 15 negara.

Negara-negara peserta Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017 adalah Aljazair, Bangladesh, Belarus, Kamboja, Uzbekistan, Jepang, Yordania, Korea Selatan, Meksiko, Mozambik, Rusia, Sudan, Thailand, Timor Leste dan Venezuela.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial ketika membuka acara Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017 di Hotel Ashley, Jakarta, Senin (11/9), mengatakan, sebagai negara yang memiliki keragaman energi, ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil masih tinggi. Di sisi lain, akhir-akhir ini produksi migas Indonesia menunjukkan penurunan. Untuk meningkatkan ketahanan energi, telah dilakukan berbagai upaya, antara lain meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi migas, peningkatan kapasitas infrastruktur dan pengembangan migas non konvensional. Di sisi pengelolaan permintaan, dilakukan pengurangan subsidi bahan bakar serta program diversifikasi energi.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, peningkatan pertumbuhan penduduk serta menurunnya cadangan energi Indonesia, menyebabkan Indonesia membutuhkan sumber energi baru di masa depan. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mendorong perusahaan nasional untuk memperluas bisnisnya ke luar negeri demi memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat.

“Kenyataan ini menjadi salah satu alasan kami untuk mengundang Anda semua dalam program kemitraan ini sebagai perwakilan negara-negara yang memiliki cadangan minyak. Harapan besar kami, para peserta dalam program ini dapat berbagi informasi mengenai status potensi minyak dan gas bumi di masing-masing negara. Diharapkan juga para peserta akan dapat membuka kesempatan kerja sama dalam hal pengembangan minyak dan gas,” lanjut Ego.

Untuk mendapatkan penjelasan tentang migas di Indonesia yang komprehensif, para peserta Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017 akan mengunjungi Pusat Minyak dan Gas Lemigas, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Minyak Bumi di Cepu dan juga perusahaan nasional Indonesia di bidang migas seperti Pertamina, PT. PAL dan Nusantara Regas. (DK)