Tingkatkan Daya Saing Pelumas, Perlu Kesamaan Visi


Demikian kesimpulan CEO Forum Industri Pelumas Nasional yang diselenggarakan di Auditorium Migas, Gedung Migas, Jakarta, Kamis (6/9).

 

“Kalau industri pelumas tidak punya daya saing, kita tidak akan dapat apa-apa pada era globalisasi ini,” kata Ari Batubara, CEO PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI) yang juga mewakili Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo).

 

Peningkatan daya saing pelumas nasional, imbuh Paul Toar dari Perhimpunan Distributor, Importir dan Produsen Pelumas Indonesia (Perdippi), merupakan hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Perusahaan pelumas harus bersatu demi memperkuat bisnis pelumas yang mencapai Rp 7 triliun per tahun ini.

 

Dirjen Migas Departemen ESDM Luluk Sumiarso yang memimpin pertemuan tersebut mengungkapkan, pemerintah akan berupaya keras membantu agar industri pelumas dapat bersaing di dunia internasional. Tapi tentu saja, bisnis pelumas harus tetap mematuhi kaidah yang berlaku.

 

Luluk juga menyarankan agar dibentuk asosiasi ahli pelumas yang hingga saat ini belum ada, sehingga seluruh aspek yang ada di dalam industri pelumas terwakili dan dapat menjadi partner pemerintah dalam menyusun kebijakan.

 

Lebih lanjut ia mengharapkan masukan dari industri pelumas untuk penyusunan  regulasi khusus pelumas. Dengan bekerja sama dengan Departemen Perindustrian, Luluk berharap regulasi ini dapat segera disusun, sehingga arah kebijakan untuk meningkatkan daya saing industri pelumas dapat lebih jelas.

 

Sementara Zainul Fathir dari Shell mengingatkan agar dalam upaya peningkatan daya saing industri pelumas perlu tetap berpegang pada prinsip ramah lingkungan. (Copyright by Ditjen Migas)